07/21/2006

Kajian Bulanan

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Kajian Bulanan MQCC Bandung dengan tema "Dari Pribadi Biasa menjadi Pribadi yang Luar Biasa". Pertemuan diadakan di Masjid Ummi Maktum (Wyata Guna) Jl. Pajajaran No.52 Bandung pada tanggal 13 Agustus (pekan kedua) 2006 , pukul 10.00 WIB s/d selesai.

Abang Eddy, Pengasuh Konsultasi Remaja CyberMQ akan memberikan pencerahan hati kepada Sahabat MQCC, Insya Allah. Kami Mohon Sahabat dapat hadir 15 menit sebelum acara dimulai, terimakasih.

Entrepreneur

Jadi seorang entrepreneur, bisa dikatakan gampang - gampang susah, tetapi niat dan keinginan sahabat menjadi entrepreneur mesti diasah lagi dan wajib hukumnya untuk dicoba. Sudah senang dan merasa bangga menjadi seorang karyawan teladan, tentunya semakin membakar diri untuk siap menjadi entrepreneur sukses.

Berikut ini beberapa kiat yang bisa sahabat terapkan :

Bergaul

Tambah pergaulan sahabat, jalin sebanyak mungkin teman, sahabat dan orang baru di sekitar sahabat. Sehingga akan terbentuk jaringan network pergaulan sahabat. Hal tersebut akan membuka peluang yang bagus untuk berkaca diri, membuka diri dan melihat potensi diri yang bisa sahabat pupuk dan kembangkan.

Berani Memulai

Berani memulai sesuatu bisnis dengan resiko 100% di tangan sahabat, jangan pernah berpikir gagal, tetapi berpikirlah sebaliknya --sukses-- dan tidak ada salahnya untuk mencoba.

Berpikir

Berusahalah berpikir positif ke depan dengan tantangan baru ini, melangkah dengan positif pula akan menjadikan diri sahabat bersemangat, mendapatkan supplement baru dalam hidup, ilmu dan tantangan bisnis.

Belajar

Jangan pernah berhenti belajar, lakukanlah jangan banyak berpikir (perhitungan). Jangan malu belajar dari orang yang sudah berhasil di bisnisnya. Terus tambah ilmu sahabat dari hari ke hari.

Memimpin

Berani memimpin, setidaknya memimpin diri sendiri untuk disiplin waktu, disiplin diri menjalani kegiatan/rutinitas sehari - hari. Kapan sahabat harus bekerja, kapan sahabat harus berbisnis, kapan sahabat harus istirahat. Pemimpin yang besar dan terkenal, biasanya mereka ahli dalam mengatur diri dan siap juga untuk dipimpin.

Mencintai

Cintai semuai pekerjaan sahabat, nikmati semua proses yang sahabat alami. Semakin sayang sahabat terhadap bisnis tersebut, semakin terbuka jalan menuju keberhasilan.

Bersungguh-sungguh

Jangan pernah goyah diterjang badai kebosanan, peluang baru ataupun ajakan baru dari teman sahabat. Terus maju dengan komitmen kuat sahabat, terus bergerak dan fokus.

Bersyukur

Syukuri segala nya, perjuangan sahabat, proses sahabat belajar dan hasilyang sahabat raih.Sekecilapapun hasilnya, itu adalah sebuah berkah yang wajib di syukuri, semakin besar rasa syukur sahabat, semakin lebar pintu rezeki dibuka.Untuk mendapatkan usaha yang cocok dan menghasilkan banyak uang, kadang dibutuhkan pengorbanan uang, tenaga yang cukup besar.

12:22 Posted in Artikel | Permalink | Comments (0) | Email this | Tags: MQCC Bandung

07/18/2006

Kasih Seorang Ibu

Jalannya sudah tertitih-titih, karena usianya sudah lebih dari 70 th, sehingga kalau tidak perlu sekali, jarang ia bisa dan mau keluar rumah. Walaupun ia mempunyai seorang anak perempuan, ia harus tinggal dirumah jompo, karena kehadirannya tidak di-inginkan.

Masih teringat olehnya, betapa berat penderitaannya ketika akan melahirkan putrinya tersebut. Ayah dari anak tersebut minggat setelah menghamilinya tanpa mau bertanggung jawab atas perbuatannya.

Disamping itu keluarganya menuntut agar ia menggugurkan bayi yang belum dilahirkan, karena keluarganya merasa malu mempunyai seorang putri yang hamil sebelum nikah, tetapi ia tetap mempertahakannya, oleh sebab itu ia diusir dari rumah orang tuanya. Selain aib yang harus di tanggung, ia pun harus bekerja berat di pabrik untuk membiayai hidupnya. Ketika ia melahirkan putrinya, tidak ada seorang pun yang mendampinginya. Ia tidak mendapatkan kecupan manis maupun ucapan selamat dari siapapun juga, yang ia dapatkan hanya cemohan, karena telah melahirkan seorang bayi haram tanpa bapa.

Walaupun demikian ia merasa bahagia sekali atas berkat yang didapatkannya dari Tuhan dimana ia telah dikaruniakan seorang putri.Ia berjanji akan memberikan seluruh kasih sayang yang ia miliki hanya untuk putrinya seorang, oleh sebab itulah putrinya diberi nama Love - Kasih.

Siang ia harus bekerja berat di pabrik dan diwaktu malam hari ia harus menjahit sampai jauh malam, karena itu merupakan penghasilan tambahan yang ia bisa dapatkan.

Terkadang ia harus menjahit s/d jam dua pagi, tidur lebih dari empat jam sehari itu adalah sesuatu kemewahan yang tidak pernah ia dapatkan. Bahkan Sabtu Minggu pun ia masih bekerja menjadi pelayan restaurant. Ini ia lakukan semua agar ia bisa membiayai kehidupan maupun biaya sekolah putrinya yang tercinta. Ia tidak mau menikah lagi, karena ia masih tetap mengharapkan, bahwa pada suatu saat ayah dari putrinya akan datang balik kembali kepadanya, disamping itu ia tidak mau memberikan ayah tiri kepada putrinya.

Sejak ia melahirkan putrinya ia menjadi seorang vegetarian, karena ia tidak mau membeli daging, itu terlalu mahal baginya, uang untuk daging yang seyogianya ia bisa beli, ia sisihkan untuk putrinya.

Untuk dirinya sendiri ia tidak pernah mau membeli pakaian baru, ia selalu menerima dan memakai pakaian bekas pemberian orang, tetapi untuk putrinya yang tercinta, hanya yang terbaik dan terbagus ia berikan, mulai dari pakaian s/d makanan.

Pada suatu saat ia jatuh sakit, demam panas. Cuaca diluaran sangat dingin sekali, karena pada saat itu lagi musim dingin menjelang hari Natal. Ia telah menjanjikan untuk memberikan sepeda sebagai hadiah Natal untuk putrinya, tetapi ternyata uang yang telah dikumpulkannya belum mencukupinya. Ia tidak ingin mengecewakan putrinya, maka dari itu walaupun cuaca diluaran dingin sekali, bahkan dlm keadaan sakit dan lemah, ia tetap memaksakan diri untuk keluar rumah dan bekerja.

Sejak saat tersebut ia kena penyakit rheumatik, sehingga sering sekali badannya terasa sangat nyeri sekali. Ia ingin memanjakan putrinya dan memberikan hanya yang terbaik bagi putrinya walaupun untuk ini ia harus bekorban, jadi dlm keadaan sakit ataupun tidak sakit ia tetap bekerja, selama hidupnya ia tidak pernah absen bekerja demi putrinya yang tercinta.

Karena perjuangan dan pengorbanannya akhirnya putrinya bisa melanjutkan studinya diluar kota. Disana putrinya jatuh cinta kepada seorang pemuda anak dari seorang konglomerat beken. Putrinya tidak pernah mau mengakui bahwa ia masih mempunyai orang tua. Ia merasa malu bahwa ia ditinggal minggat oleh ayah kandungnya dan ia merasa malu mempunyai seorang ibu yang bekerja hanya sebagai babu pencuci piring di restaurant. Oleh sebab itulah ia mengaku kepada calon suaminya bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.

Pada saat putrinya menikah, ibunya hanya bisa melihat dari jauh dan itupun hanya pada saat upacara pernikahan di gereja saja. Ia tidak di undang, bahkan kehadirannya tidaklah di inginkan. Ia duduk di sudut kursi paling belakang di gereja, sambil mendoakan agar Tuhan selalu melindungi dan memberkati putrinya yang tercinta. Sejak saat itu ber-th2 ia tidak mendengar kabar dari putrinya, karena ia dilarang dan tidak boleh menghubungi putrinya. Pada suatu hari ia membaca di koran bahwa putrinya telah melahirkan seorang putera, ia merasa bahagia sekali mendengar berita bahwa ia sekarang telah mempunyai seorang cucu.

Ia sangat mendambakan sekali untuk bisa memeluk dan menggendong cucunya, tetapi ini tidak mungkin, sebab ia tidak boleh menginjak rumah putrinya. Untuk ini ia berdoa tiap hari kepada Tuhan, agar ia bisa mendapatkan kesempatan untuk melihat dan bertemu dengan anak dan cucunya, karena keinginannya sedemikian besarnya untuk bisa melihat putri dan cucunya, ia melamar dengan menggunakan nama palsu untuk menjadi babu di rumah keluarga putrinya. Ia merasa bahagia sekali, karena lamarannya diterima dan diperbolehkan bekerja disana. Dirumah putrinya ia bisa dan boleh menggendong cucunya, tetapi bukan sebagai Oma dari cucunya melainkan hanya sebagai bibi pembantu dari keluarga tersebut. Ia merasa berterima kasih sekali kepada Tuhan, bahwa ia permohonannya telah dikabulkan.

Dirumah putrinya, ia tidak pernah mendapatkan perlakuan khusus, bahkan binatang peliharaan mereka jauh lebih dikasihi oleh putrinya daripada dirinya sendiri. Disamping itu sering sekali dibentak dan dimaki oleh putri dan anak darah dagingnya sendiri, kalau hal ini terjadi ia hanya bisa berdoa sambil menangis di dlm kamarnya yang kecil dibelakang dapur. Ia berdoa agar Tuhan mau mengampuni kesalahan putrinya, ia berdoa agar hukuman tidak dilimpahkan kepada putrinya, ia berdoa agar hukuman itu dilimpahkan saja kepadanya, karena ia sangat menyayangi putrinya.

Setelah bekerja bertahun-tahun sebagai babu tanpa ada orang yang mengetahui siapa dirinya dirumah tersebut, akhirnya ia menderita sakit dan tidak bisa bekerja lagi. Mantunya merasa berhutang budi kepada pelayan tuanya yang setia ini sehingga ia memberikan kesempatan untuk menjalankan sisa hidupnya di rumah jompo. Puluhan th ia tidak bisa dan tidak boleh bertemu lagi dengan putri kesayangannya. Uang pension yang ia dapatkan selalu ia sisihkan dan tabung untuk putrinya, dengan pemikiran siapa tahu pada suatu saat ia membutuhkan bantuannya.

Pada tahun lampau beberapa hari sebelum hari Natal, ia jatuh sakit lagi, tetapi ini kali ia merasakan bahwa saatnya sudah tidak lama lagi. Ia merasakan bahwa ajalnya sudah mendekat. Hanya satu keinginan yang ia dambakan sebelum ia meninggal dunia, ialah untuk bisa bertemu dan boleh melihat putrinya sekali lagi. Disamping itu ia ingin memberikan seluruh uang simpanan yang ia telah kumpulkan selama hidupnya, sebagai hadiah terakhir untuk putrinya.

Suhu diluaran telah mencapai 17 derajat dibawah nol dan salujupun turun engan lebatnya, jangankan manusia anjingpun pada saat ini tidak mau keluar rumah lagi, karena diluaran sangat dingin, tetapi Nenektua ini tetap memaksakan diri untuk pergi kerumah putrinya. Ia ingin betemu dengan putrinya sekali lagi yang terakhir kali. Dengan tubuh menggigil karena kedinginan, ia menunggu datangnya bus ber-jam2 diluaran. Ia harus dua kali ganti bus, karena jarak rumah jompo tempat dimana ia tinggal letaknya jauh dari rumah putrinya. Satu perjalanan yang jauh dan tidak mudah bagi seorang nenektua yang berada dlm keadaan sakit.

Setiba dirumah putrinya dlm keadaan lelah dan kedinginan ia mengetuk rumah putrinya dan ternyata purtinya sendiri yang membukakan pintu rumah gedong dimana putrinya tinggal. Apakah ucapan selamat datang yang diucapkan putrinya? Apakah rasa bahagia bertemu kembali dengan ibunya? Tidak! Bahkan ia di tegor: "Kamu sudah bekerja dirumah kami puluhan th sebagai pembantu, apakah kamu tidak tahu bahwa untuk pembantu ada pintu khusus, ialah pintu dibelakang rumah!"

"Nak, Ibu datang bukannya untuk bertamu melainkan hanya ingin memberikan hadiah Natal untukmu. Ibu ingin melihat kamu sekali lagi, mungkin yang terakhir kalinya, bolehkah saya masuk sebentar saja, karena diluaran dingin sekali dan sedang turun salju. Ibu sudah tidak kuat lagi nak!" kata wanita tua itu. "Maaf saya tidak ada waktu, disamping itu sebentar lagi kami akan menerima tamu seorang pejabat tinggi, lain kali saja. Dan kalau lain kali mau datang telepon dahulu, jangan sembarangan datang begitu saja!" ucapan putrinya dengan nada kesal. Setelah itu pintu di tutup dengan keras.

Ia mengusir ibu kandungnya sendiri, seperti juga mengusir seorang pengemis. Tidak ada rasa kasih, jangankan kasih belas kesianpun tidak ada.

Setelah beberapa saat kemudian bel rumah bunyi lagi, ternyata ada orang mau pinjam telepon dirumah putrinya "Maaf Bu, mengganggu, bolehkah kami pinjam teleponnya sebentar untuk menelpon kekantor polisi, sebab dihalte bus di depan ada seorang nenek meninggal dunia, rupanya ia mati kedinginan!"

Wanita tua ini mati bukan hanya kedinginan jasmaniahnya saja, tetapi juga perasaannya. Ia sangat mendambakan sekali kehangatan dari kasih sayang putrinya yang tercinta yang tidak pernah ia dapatkan selama hidupnya.

Seorang Ibu bisa dan mampu memberikan waktunya 24 jam sehari bagi anak-anaknya, tidak ada perkataan siang maupun malam, tidak ada perkataan lelah ataupun tidak mungkin dan ini 366 hari dlm setahun.

Seorang Ibu mendoakan dan mengingat anaknya tiap hari bahkan tiap menit dan ini sepanjang masa. Bukan hanya setahun sekali saja pada hari-hari tertentu. Kenapa kita baru bisa dan mau memberikan bunga maupun hadiah kepada Ibu kita hanya pada waktu hari Ibu saja " sedangkan di hari2 lainnya tidak pernah mengingatnya, boro-boro memberikan hadiah, untuk menelpon saja kita tidak punya waktu. Kita akan bisa lebih membahagiakan Ibu kita apabila kita mau memberikan sedikit waktu kita untuknya, waktu nilainya ada jauh lebih besar daripada bunga maupun hadiah.

Renungkanlah:

Kapan kita terakhir kali menelpon Ibu?

Kapan kita terakhir mengundang Ibu?

Kapan terakhir kali kita mengajak Ibu jalan2?

Dan kapan terakhir kali kita memberikan kecupan manis

dengan ucapan terima kasih kepada Ibu kita?

Dan kapankah kita terakhir kali berdoa untuk Ibu kita?

Berikanlah kasih sayang selama Ibu kita masih hidup, percuma kita memberikan bunga maupun tangisan apabila Ibu telah berangkat, karena Ibu tidak akan bisa melihatnya lagi.

When Mother prayed, she found sweet rest,

When Mother prayed, her soul was blest;

Her heart and mind on Christ were stayed,

And God was there when Mother prayed!


Our thanks, O God, for mothers

Who show, by word and deed,

Commitment to Thy will and plan

And Thy commandments heed.


A thousand men may build a city,

but it takes a mother to make a home.


Apabila Anda mengasihi Ibunda Anda sebarkanlah tulisan ini kepada rekan2 lainnya, agar mereka juga sadar selama Ibunda mereka masih hidup berikanlah bakti kasih Anda kepada Ibunda terkasih sebelumnya terlambat.

20:00 Posted in Artikel | Permalink | Comments (0) | Email this | Tags: MQCCBandung

Kesempatan Dan Pilihan

Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, itulah KESEMPATAN.

Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, itu bukan Pilihan. Itu suatu KESEMPATAN.

Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah Pilihan, itu adalah KESEMPATAN.

Bila kita kemudian memutuskan untuk mencintai orang tersebut, bahkan dengan segala kekurangannya, itu bukan Kesempatan, itu adalah PILIHAN.

Ketika kita memilih untuk bersama dengan seseorang walau apapun yang terjadi, itu adalah suatu PILIHAN.

Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasangan pilihanmu, dan tetap memilih untuk terus mencintainya, itulah PILIHAN.

Perasaan cinta, simpati, tertarik, datang bagaikan Kesempatan kepada kita. Tetapi sesungguhnya cinta sejati yang abadi adalah suatu PILIHAN. Pilihan yang kita lakukan.

Berbicara tentang pasangan jiwa, ada suatu kutipan dari film yang mungkin sangat tepat: "Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat segalanya berhasil."

Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang yang diciptakan hanya untukmu.

Tetapi tetap berpulang kepada dirimu untuk melakukan PILIHAN apakah engkau ingin melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak.

Kita mungkin secara kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, tetapi mencintainya dan tetap bersama pasangan jiwa kita adalah PILIHAN yang harus kita lakukan.

Kita ada di dunia ini bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dapat kita cintai, tetapi... untuk BELAJAR mencintai orang yang tidak sempurna dengan CARA YANG SEMPURNA.

19:50 Posted in Artikel | Permalink | Comments (4) | Email this | Tags: MQCCBandung

All the posts